Mahasiswa penjual susu kedelai


 
Dalam hidup tidak ada jaminan untuk berhasil. Diri sendirilah yang menentukan keberhasilan itu. Seperti yang dialami oleh Anhar Setiawan mahasiswa jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) Universitas Trunojoyo Madura. Lelaki yg sering disapa Aan ini awalnya tidak punya niatan untuk terjun dalam dunia wirausaha. Namun keadaan merubah segalanya. Semua bermula saat Aan gagal dalam seleksi akhir beasiswa Djarum sekaligus gagal memperoleh beasiswa PPA. Ditambah kebutuhan kuliah yg semakin menghimpit. dari mulai bayar SPP (waktu itu belum ada UKT) sampai bayar kos yg memaksa Remaja asli Gresik ini untuk memutar otak.
Saat itu Aan masih semeter 3 awal. Saat Aan duduk di depan rumah menemani sang ibu  yg sedang mencuci baju, saat itulah Aan menceritakan keluh kesahnya pada sang ibu. menceritakan kegagalannya dalam mengikuti seleksi beasiswa djarum dan beasiswa PPA. Mendengarnya sang Ibu hanya tersenyum. “sudahlah semua pasti ada jalannya” tutur sang ibu sambil mencuci baju. Aan hanya bisa terdiam. bertanya dalam hati sambil memandangi jalanan kosong depan rumahnya ‘dimana jalan itu akan datang?’. tidak begitu lama tanda-tanda  jalan itu pun muncul. Ada seorang lelaki penjual susu kedelai dengan dandanan yg rapi lengkap dengan brand susu kedelainya bernama SKMJ Plus (Susu Kedelai Madu Jahe). Seketika itu Aan langsung berdiri dan bilang pada ibunya “aku jualan susu saja buk”. Sang Ibu awalnya tidak yakin dengan ide anaknya. Bagaimana mungkin seorang mahasiswa mau berjualan susu kedelai. Namun setelah Aan bersikeras akhirnya sang ibu pun mengamini. usut punya usut ternyata lelaki penjual susu itu masih saudara jauh. Masih paman Aan. akhirnya sang ibu menanyakan pada si paman tersebut.  Kemudian Aan datang sendiri ke rumah paman tersebut menanyakan seputar penjualan, prospek, dan hasil. Setelah terjadi perbincang oleh keduanya akhirnya Aan pun tertarik.

Awalnya Aan berjualan di desanya  sendiri. Ternyata penjualan Aan tergolong cepat. 40 bungkus susu bisa habis tidak lebih 30 menit. Waktu pun berjalan. Aan akhirnya berinisiatif membawa susu kedelainya ke kampus. Respon dari masyarakat kampus ternyata sangat bagus. Aan yang dari awalnya hanya membawa tremos isi 40, sekarang sudah membawa box besar isi 240. Rata-rata susu kedelai yang dibawanya habis dalam 3 hari. Setiap seminggu sekali Aan pulang dan mengambil susu kedelai dari Lamongan. Perlu diketahui SKMJ Plus adalah produk frencise yang pusatnya di semarang. Dan waktu itu belum ada cabangnya di Gresik. Namun akhirnya SKMJ cabang Lamongan yg awalnya masih kepemilikan orang semarang tersebut, pada 2013 resmi dibeli oleh paman Aan tersebut  seharga 25juta. Lalu kemudian pabrik dipindahkan di Gresik. Tepatnya di Desa Sumengko, kecamatan Duduk sampeyann, Kabupaten Gresik. Pendapatan Aan bisa dikatakan cukup lumayan. dulu saat berjualan sendirian Aan bisa mendapatkan  2 juta per bulan. Sekarang karena dibantu kedua orangtuanya, Aan mengantongi sekitar 3 juta per bulan. Hasil Aandari berjualan susu kedelai sudah bisa untuk merenovasi rumah. Selain itu juga ia disisishkan untuk  menggapai cita-citanya melanjutkan S2 di Universitas Negeri Surabaya.
Selain berjualan susu kedelai, Sulung dari dua bersaudara ini juga pernah menjadi guru bantu di SDN Sumengko, Gresik sejak semester 1 sampai semeseter 4.  Setelah itu ia pindah mengajar di SDN  Jatirembe, Benjeng, Gresik. disitu ia sudah menjadi GTT. sampai berita ini ditulis Aan masih mengajar sebagai Guru GTT di SDN Jatirembe, Gresik. Dan masih berjualan susu kedelai. dan juga ia sedang menyelesaikan skripsinya. Jadi bisa dikatakan ia menjalani 3 kehidupan sekaligus. Sebagai mahasiswa, wirausaha muda, sekaligus sebagai pengajar. Luar biasa dan patut ditiru. Dalam sesi wawancara, Aan berpendapat, menurutnya kuliah hanya membentuk pandangan, tapi kuliah dan bekerja itu membentuk kepribadian. karena pandangan di dunia kerja tidak seindah idealisme yg terbangun pada saat kuliah., dengan kuliah sambil bekerja, kalian akan bisa menyeimbangkan antara idealisme dengan kenyataan hidup yg ada di dunia nyata.


 







0 komentar: