Tentang para Kopitalis

pic by: http://farm4.static.flickr.com/3081/2564424078_bec324afc0_o.jpg
Sebagian banyak kawula muda memilih menghabiskan malam minggunya dengan pacar masing-masing. Sisanya, sebagian lagi memilih berkumpul dengan karibnya, sembari ngopi dan berbagi tawa. dan tulisan ini adalah lanjutan dari Das Kopitalisme, cerita tentang kami berlima yang memilih menjadi yang terakhir. menajadi sisa-sisa manusia yang menggadaikan cintanya untuk kopi dan tawa.
Meski begitu, diatas meja kopi kami bisa membicarakan apapun. tentang cinta, hidup, dan mati. tentangmimpi dan patah hati. dan meski malem minggu kami memilih untuk berkumpul, bukan berarti semua dari kami adalah jomblo, meski untuk urusan ini saya yg selalu dipojokkan. karena diantara kami berlima, saya lah manusia yang istiqomah merawat jomblo dan kenangan. baiklah, tidak adil jika saya hanya menceritakan diri saya sendiri. akan saya ceritakan masing-masing dari kami, lima pasukan dengan warna yang berbeda, tapi bukan power rangers. Bukan pula pandawa karena kami tidak memiliki ikatan darah. tapi lebih dari sodara. kami adalah sekumpulan kopitalis yang komunal. Pemuja kopi dan kebersamaan.
Makhluk kopitalis yang pertama bernama lengkap Firdaus Ario Putra. Manusia dengan cintanya. Pemuja wanita-wanita cantik dan Manchester United. cewek satu sekolah mana yang tidak mengenalnya. bahkan primadona sekolah berhasil ia pacari. memang untuk urusan yang satu itu ia tidak perlu diragukan lagi. diantara kami berlima, Rio adalah jenis manusia yang memiliki semua yang laki-laki harapkan. dari daya tarik sampai jaminan masa depan.

Spesies yang kedua bernama Ghufron Nadhori. Bertolak belakang dengan Rio, Ghufron adalah model manusia lama yang menyukai hal-hal yang berbau tempo dulu. tidak suka tampil kekinian dan memakai minyak wangi. Tapi meski begitu ia cukup mudah sekali dalam urusan wanita. meski bukan pemuja wanita. seperti Rio, Ghufron mudah sekali gonta-ganti cewek. bedanya, cewek yang ia pacari bukan tipe cewek-cewek primadona sekolah. dan diantara kami berlima, Ghufron adalah master catur yang susah dikalahkan, sekaligus yang paling lantang menolak riba dan segala tetek bengek sistem bank konvensional.

Makhluk yang ketiga adalah Hasdi Lestariono. Fans Arsenal dengan perawakan kalem yang tidak banyak omong ketika kami sibuk diskusi saat ngopi. Juga tidak suka nyanyi-nyanyi saat kami main gitar, ia hanya akan nyanyi diruang tertutup saat karaoke, dibawah alam bawah sadar dan disamping wanita. Hasdi lebih suka diam dan mendengarkan saat kami sibuk berdebat tentang apapun. tapi diamnya belum berarti menandakan ia paham dengan apa yang kami diskusikan.

Berikutnya adalah Ridik. Diantara kami berlima, Ridik lah yang paling peka nada. Paling jago memainkan alat musik, terutama gitar. Ridik adalah manusia yang sedikit lebih realistis diantara kami yang imajiner-absurd. Seorang Liverpudlian yang mencintai keluarga dan menjalani asmara dengan sedikit normal diantara kami.

Makhluk yang terakhir bernama Ujang Saifulloh. Manusia idealis dengan mimpi-mimpinya. Makhluk imajiner yang cenderung absurd. Menyukai sastra dan seni. sering bermasalah dengan dirinya sendiri. Jomblo yang senantiasa merawat kenangan. hampir tidak ada yang pantas untuk dikagumi selain mimpi-mimpinya yang belum terwujud.

Itulah kelima pasukan kopitalis, pasukan penjelajah mimpi dengan imajinasi yang absurdis. Selayaknya gugusan bintang dilangit malam yang pekat. Kami berharap bisa bersinar bersama untuk membentuk Rasi Bintang kami diatas mimpi dan harapan. Kami selalu percaya jika Semesta selalu memeluk mimpi-mimpi itu. mimpi-mimpi yang sedang kami perjuangan dan sesekali kami tertawakan saat lelah dalam perjalanan mencapainya. Sekarang kita berpencar untuk memperjuangkan mimpi masing-masing. namun dimanapun kita sedang berada sekarang, dibelahan bumi manapun, diantara ruang dan jarak, percayalah kita tetap berada dibawah langit yang sama. langit yang telah kita gantungi mimpi-mimpi kita bersama


Baca juga: Sudahkah anda Pancasila hari ini?


4 komentar:

  1. Dengan artikel ini gw tau mana yang lebih baik mengenai das kopital

    Btw thanks infonya gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mas adjie. eniwei Das Kopital adlh plesetan dari Das Kapital nya Karl Marx tentang Kapitalisme. kalo Das 'Kopi'tal versi diatas adalah ttg manusia2 penikmat kopi dan obrolan imajiner-absurd dalam lingkaran pertemanan dihidup saya. heuheu

      Hapus